Senin, 16 Desember 2019
Follow Us ON :
 
 
| Polda Riau Gelar Rapat Evaluasi Muara Takus 2019 | | Tinjau Korban Banjir, Bupati Kampar: Layani Masyarakat Secara Maksimal | | Maraknya Peredaran Narkoba, Wabup Said Hasyim: Tolong Perhatikan Lingkungan Kita | | Polres Kampar Serahkan Bantuan untuk Warga Terkena Bencana Banjir | | Liga eSport Terbesar di Indonesia Berhadiah Rp 1.6 Milyar | | PKK Serang Maluku Belajar Olah Sagu di Kepulauan Meranti
 
FITRA Riau: Beri Grasi Koruptor Bukti Pemberantasan Korupsi Semakin Kendor di Periode Kedua Jokowi
Kamis, 28-11-2019 - 12:52:48 WIB

TERKAIT:
 
  • FITRA Riau: Beri Grasi Koruptor Bukti Pemberantasan Korupsi Semakin Kendor di Periode Kedua Jokowi
  •  

    PEKANBARU, Riauin.com - Presiden Jokowi Widodo memberikan grasi kepada terpidana korupsi mantan Gubernur Riau, Annas Ma’amun, dengan pengurangan hukuman 1 tahun penjara.

    Fitra Riau menilai, pemberian grasi kepada koruptor menambah bukti komitmen Presiden dalam pemberantasan korupsi semakin kendor di priode kedua ini.

    Grasi koruptor ini menambah catatan buruk pemberantasan korupsi di Indonesia, sebelumnya presiden Joko widodo mendukung revisi UU KPK yang melemahkan lembaga yang selama ini berkontribusi besar dalam penegakan kasus korupsi khususnya di Provinsi Riau. Bahkan, Presiden juga tidak segera mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk menyelamatkan lembaga anti rasuah tersebut.

    “Bisa jadi, pemberian grasi Annas Ma’mun ini permulaan, tidak menutup kemungkinan presiden juga akan mengeluarkan grasi kepada koruptor lainnya yang menyengsarakan masyarakat," tegas Taufik, Manager Advokasi Fitra Riau.

    Perlu diketahui, Annas Ma’amun merupakan terpidana korupsi yang berkaitan dengan alih fungsi lahan. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Annas Ma’amun terbukti melakukan korupsi menerima suap USD 166,100 dari Gulat Manurung dan Edison Marudut terkait dengan kepentingan alih fungsi lahan perkebunan kelapa sawit.

    Selain itu, Annas Ma’amun juga terbukti menerima Suap Rp500 juta dari Edison marudut melalui Gulat Manurung terkait dengan pengerjaan proyek untuk kepentingan perusahaan Edison marudut di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau. Annas Ma’amun juga didakwa menerima suap Rp 3 M untuk melicinkan lokasi perkebunan.

    “Sederet kasus yang mendakwa Annas Ma’amun ini tentu sudah sangat tidak layak koruptor harus menerima grasi meskipun hanya peringanan satu tahun dari hukuman 7 tahun yang diterimanya,” jelas taufik.

    Tidak hanya itu, mantan Gubernur Riau itu juga hingga saat ini masih menyisakan kasus yang belum tuntas dan sedang ditangani oleh KPK. Annas Ma’mun itu dinyatakan terlibat bahkan telah menjadi tersangka kasus suap pengesahan APBD Riau tahun 2015. Meskipun mandek penanganannya namun kasus tersebut belum dinyatakan pemberhentian penanganan.

    Katanya lagi, pemberian grasi oleh presiden, atas dasar permohonan oleh Annas Ma’amun itu, tentu tidak layak diberikan. Jika melihat alasan Jokowi yang mengatakan karena faktor usianya yang sering mengalami sakit-sakitan, Fitra Riau memandang alasan tersebut tidak sebanding dengan tindak korupsi yang dilakukan, karena sudah memberikan dampak negatif terhadap tata kelola pemerintahan di Provinsi Riau.

    "Tidak jelas dan tidak bisa diterima oleh publik. Presiden Jokowi seharusnya bisa memperhatikan dan mendukung apa yang sudah menjadi ketetapan putusan pengadilan bukan justru membuat kebijakan yang mendukung koruptor sehingga menimbulkan ketidakpercayaan publik kepada sikap kebijakan Jokowi yang dinilai politis dan tidak bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Riau dan sistem penegakan hukum di Indonesia," terangnya lagi.

    Walaupun demikian, katanya, kebijakan Jokowi mengeluarkan grasi kepada Annas Ma'amun merupakan hak konstitusional presiden selaku kepala negara. Tetapi tetap saja Fitra Riau menyangkan sikap Presiden mengeluarkan grasi tersebut.

    "Presiden seharusnya tidak membuat keputusan saat kondisi Provinsi Riau masih dalam lingkaran korupsi sektor perizinan dan peralihan fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan yang membuat Riau menjadi pusat bencana ekologis di musim kemarau dan munculnya bencana asap," tandasnya. (rilis)



     
    Berita Lainnya :
  • FITRA Riau: Beri Grasi Koruptor Bukti Pemberantasan Korupsi Semakin Kendor di Periode Kedua Jokowi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita +
    01 Polda Riau Gelar Rapat Evaluasi Muara Takus 2019
    02 Tinjau Korban Banjir, Bupati Kampar: Layani Masyarakat Secara Maksimal
    03 Maraknya Peredaran Narkoba, Wabup Said Hasyim: Tolong Perhatikan Lingkungan Kita
    04 Polres Kampar Serahkan Bantuan untuk Warga Terkena Bencana Banjir
    05 Liga eSport Terbesar di Indonesia Berhadiah Rp 1.6 Milyar
    06 PKK Serang Maluku Belajar Olah Sagu di Kepulauan Meranti
    07 Gubernur Riau Prihatin Bencana Banjir Telan Korban Jiwa
    08 Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pekanbaru Diumumkan 16 Desember
    09 Amankan Listrik saat Nataru, PLN Riau Siagakan 98 Posko dan 748 Personel
    10 Mudahkan Pelayanan Guru, Dinas Pendidikan Riau Luncurkan Aplikasi Satu Klik
    11 Wagubri Hadiri Rakor dengan Kepala SMA/SMK & SLB Se-Provinsi Riau
    12 Sore Ini Pintu Waduk PLTA Dibuka Jadi 150 CM, Warga Kampar Diminta Waspadai Banjir
    13 BPJS Kesehatan Ingatkan Iuran Naik per 1 Januari Lewat SMS
    14 Wagubri Serahkan Bonus Rp675 Juta untuk Atlet berprestasi di Peparnas, Popnas dan Pospesnas
    15 Kasus HIV/AIDS Cenderung Meningkat
    16 205 Rumah di Gunung Sahilan Terendam Banjir
    17 UN Dihapus, Kadisdik Pekanbaru: Mengubah Sistem Itu Berat
    18 Tak Juga Ditemui, Mahasiswa Sebut Anggota DPRD Riau Pengecut
    19 Polsek Bangko Musnahkan Barang Bukti Sabu Seberat 154,95 Gram dan 77,66 Gram Ekstasi
    20 8 Perempuan di Riau Terima Anugerah Baiduri
    21 Rancang Kalender Kegiatan 2020, PBSI Riau Gelar Mukerprov
    22 KPU Kepulauan Meranti Sosialisasikan Penyerahan Dukungan Bacalon Kepala Daerah Melalui Jalur Perorangan
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2018 PT. RIAU INTI MEDIA, All Rights Reserved