Minggu, 19 Januari 2020
Follow Us ON :
 
 
| Gubri Syamsuar Tantang Rumah Sakit di Riau Berikan Pelayanan Seperti RSUD dr Iskak Tulungagung | | Wagubri Edy Nasution Tekankan Dokter Berikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat Riau | | Gubri: Produk UMKM dan Ekonomi Kreatif di Riau Harus Bisa Tembus Internasional | | Rupat Utara Masih 'Memproduksi' Titik Panas | | Pejabat Dinsos Bengkalis Teken Kontrak Kinerja dan Pakta Integritas | | Pegawai Lapas dan Rutan Diminta Jaga Komunikasi dengan Warga Binaan
 
Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi
Kamis, 17-10-2019 - 23:00:52 WIB

TERKAIT:
 
  • Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi
  •  

    Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi

    PEKANBARU, riauin.com-- Seninar tentang Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana (KUHP) yang ditaja Forum Jurnalis Perempuan Indonesia  (FJPI) menggandeng Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (17/10/2019) berjalan sukses. Para pembicara berkesimpulan RUU KUHP dinilai sudah pro perempuan.

    Tiga Nara sumber yang dihadirkan dalam acara tersebut, Dr Kasmanto (kriminolog), Dr Zulkarnaen (pakar hukum) dan Ade Hartati (politisi) umumnya menyimpulkan bahwa RUU KUHP yang sempat menjadi kontroversi dan dibatalkan DPR pengesahannya  justeru telah melindungi hak-hak perempuan.

    Zulkarnaen misalnya, dalam paparan materinya menyebutkan, tindakan kekerasan terhadap perempuan diibaratkan seperti fenomena gunung es, muncul di permukaan hanya sebahagian kecil saja.

    "Padahal permasalahan yang dihadapi perempuan dalam rumah tangga sangat kompleks. Banyak yang beranggapan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah masalah internal saja, yang dianggap aib dan harus ditutupi," kata Zulkarnaen.

    Dalam hal ini menurutnya perempuan harus mendapat perlindungan yang komprehensif, bukan perlindungan di atas status. Selama ini perlindungan yang diberikan adalah perlindungan yang abstrak. Perlindungan yang diberikan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

     "Tetapi dalam kenyataannya, jauh panggang daripada api. Masih banyak hak-hak perempuan yang terabaikan. Rancangan UU KUHP sebagian besar sudah mengakomodir hak-hak perempuan," bebernya.

    Perlindungan terhadap perempuan harus sesuai dengan fungsi. Perempuan sebagai ibu rumah tangga di sisi lain perempuan sebagai warga negara dan warga masyarakat yang juga butuh hidup bersosial.

    Sementara itu, Dr Kasmanto membedah perlindungan perempuan dalam RUU KUHP  dari perspektif kriminolgi.

    Dikatakannya, agar proses regulasi itu lebih efektif harus mengacu pada tiga hal. Harus punya landasan secara yuridis, memiliki kekuatan secara psikologis dan mempunyai ikatan dan aspek psikologis.

    "Selama ini banyak penolakan terhadap RUU KUHP karena tidak dilihat draftnya secara menyeluruh. Hanya mengambil kesimpulan dari meme-meme yang beredar di media sosial.

    "Sebetulnya tak seekstrem yang dibayangkan. Bahkan di sini memberikan perlindungan kepada perempuan," kata Kasmanto.

    Kasmanto mencontohkan bahwa R0UU KUHP telah melIndungi hak-hak perempuan mulai dari aborsi, kehidupan bermasyarakat, kehidupan berumahtangga dan perzinahan.

    Sedangkan politisi yang juga anggota DPRD Riau, Ade Hartati MPd menjabarkan bahwa dilihat dari perspektif perempuan sebagai korban, RUU KUHP sudah melindungi hak-hak perempun.

    "Bagaimana RUU KUHP ini mengatur tindak piadana ketika ada pasangan yang bukan muhrimnya tidur se rumah. Pasal ini justeru melindungi perempuan dari hal-hal yang dari sudut manapun tidak dibolehkan," tegas Ade.

    Sementara itu Rektor UIR, Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL dalam pembukaan acara  mengapresiasi acara yang digagas FJPI Riau dan UIR tersebut.

    "Kami mengapresiasi dialog bedah RUU KUHP. Suatu kehormatan karena kami adalah perguruan tinggi pertama yang diajak FJPI untuk menyelenggarakan kegiatan yang amat penting ini. Apalagi bedah RUU KUHP ini juga pertama dilakukan di tingkat perguruan tinggi di Riau," kata Syafrinaldi.

    Syafrinaldi berharap dari diskusi ini dapat melahirkan rekomendasi bernas yang nantinya bisa diteruskan ke jenjang yang lebih tinggi.

    Sementara Ketua FJPI Riau, Luzi Diamanda menyatakan, ide acara ini bermula dari keresahan akan maraknya penolakan RUU KUHP oleh mahasiswa tanpa mereka mengetahui apa bunyi pasal-pasal dalam RUU KUHP tersebut. Akibatnya timbul penafsiran yang salah dan menyebar seolah olah hak mereka dikebiri.

    "Kita setuju  mahasiswa kritis dan berjuang tapi harus paham apa yang diperjuangkan," kata Luzi dihadapan 250 orang peserta.(rls)



     
    Berita Lainnya :
  • Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita +
    01 Gubri Syamsuar Tantang Rumah Sakit di Riau Berikan Pelayanan Seperti RSUD dr Iskak Tulungagung
    02 Wagubri Edy Nasution Tekankan Dokter Berikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat Riau
    03 Gubri: Produk UMKM dan Ekonomi Kreatif di Riau Harus Bisa Tembus Internasional
    04 Rupat Utara Masih 'Memproduksi' Titik Panas
    05 Pejabat Dinsos Bengkalis Teken Kontrak Kinerja dan Pakta Integritas
    06 Pegawai Lapas dan Rutan Diminta Jaga Komunikasi dengan Warga Binaan
    07 Sikapi Persoalan PKL dan Pekat, Komisi I DPRD Bengkalis Sambangi Satpol PP Kota Batam
    08 Gubri Bakal Wujudkan Riau Kawasan Ekonomi Khusus Halal
    09 Kadiskes Kepulauan Meranti 'Panggil' Kepala Puskesmas, Ini yang Dibahas
    10 Wabup Said Hasyim Intruksikan Kepala OPD Mulai Turun Lapangan Inventarisir Persoalan di Masyarakat
    11 Sebelum RUPS, Gubri Akan Wawancarai 3 Komut BRK Siang Ini
    12 Lengkap, 14 Kecamatan di Siak Sudah Miliki ATM Beras untuk Warga Miskin
    13 Konjen India Bahas Pendidikan Untuk Mahasiswa Riau dan Pelatihan dengan Gubri Syamsuar
    14 Meriahkan Tahun Baru Imlek, 40 UMKM Siap Ramaikan Bazar di Jalan Karet Pekanbaru
    15 Karhutla Mengancam, 16 Hotspot Muncul di Bengkalis
    16 Festival Perang Air Segera Dimulai, Masyarakat Diminta Beri Kesan yang Baik kepada Wisatawan
    17 Kelompok Studi Pasar Modal UMRI Taja Stocklab Competition 2020
    18 Bersama Gubernur DKI, Gubri Syamsuar Terima Penghargaan dari Menag
    19 Gubri Syamsuar Kecewa Masih Ada Warga Miskin di Riau Belum Dapat Pelayanan Kesehatan dari BPJS
    20 Awal 2020, Polisi Tetapkan 9 Tersangka Karhutla di Riau
    21 Pisah Sambut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis
    22 Telkomsel Menerima Apresiasi sebagai Kontributor Pajak Terbesar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar Empat
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2018 PT. RIAU INTI MEDIA, All Rights Reserved